Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • phoenixeagle 11:01 am on May 26, 2011 Permalink | Balas  

    PERAN UKM DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA 

                              

    Krisis Ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997 merupakan momen yang sangat menakutkan bagi sektor perekonomian Indonesia. Krisis ini telah mengakibatkan kedudukan posisi pelaku ekonomi dalam sektor perekonomian mengalami perubahan. Usaha-usaha besar satu persatu mengalami pailit karena bahan baku impor meningkat secara drastis, biaya cicilan utang meningkat sebagai akibat dari nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus-menerus mengalami penurunan dan berfluktuasi. Sektor perbankan yang ikut terpuruk turut memperparah sektor industri dari sisi permodalan. Banyak perusahaan yang tidak mampu lagi meneruskan usaha karena tingkat bunga yang tinggi. Berbeda dengan UKM yang sebagian besar tetap bertahan, bahkan cendrung bertambah.

    Ada beberapa alasan mengapa UKM dapat bertahan di tengah krisis moneter tahun 1997 lalu. Pertama, sebagian besar UKM memproduksi barang konsumsi dan jasa-jasa dengan elastitas permintaan terhadap pendapatan yang rendah, maka tingkat pendapatan rata-rata masyarakat tidak banyak berpengaruh terhadap permintaan barang yang dihasilkan. Sebaliknya kenaikan tingkat pendapatan juga tidak berpengaruh pada permintaan. Kedua, sebagian besar UKM tidak mendapat modal dari bank. Implikasinya keterpurukan sektor perbankan dan naiknya suku bunga, tidak banyak mempengaruhi sektor ini. Berbeda dengan sektor perbankan bermasalah, maka UKM ikut terganggu kegiatan usahanya. Sedangkan usaha berkala besar dapat bertahan. Di Indonesia, UKM mempergunakan modal sendiri dari tabungan dan aksesnya terhadap perbankan sangat rendah.

    Terbukti saat krisis global yang terjadi beberapa waktu lalu, UKM hadir sebagai suatu solusi dari sistem perekonomian yang sehat. UKM merupakan salah satu sektor industri yang sedikit bahkan tidak sama sekali terkena dampak krisis global yang melanda dunia. Dengan bukti ini, jelas bahwa UKM dapat diperhitungkan dalam meningkatkan kekompetitifan pasar dan stabilisasi sistem ekonomi yang ada.

    Kegiatan UKM meliputi berbagai kegiatan ekonomi, namun sebagian besar berbentuk usaha kecil yang bergerak disektor pertanian. Pada 1996, data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah UKM sebanyak 38,9 juta dengan rincian: sektor pertanian berjumlah 22,5 juta (57,9%); sektor industri pengolahan 2,7 juta (6,9%); sektor perdagangan, rumah makan dan hotel sebanyak 9,5 juta (24%); dan sisanya bergerak di bidang lain. Dari segi nilai ekspor nasional (BPS, 1998), Indonesia jauh tertinggal bila dibandingkan ekspor usaha kecil negara-negara lain, seperti Taiwan (65%), China (50%), Vietnam (20%), Hongkong (17%), dan Singapura (17%). Oleh karena itu, perlu dibuat kebijakan yang tepat untuk mendukung UKM seperti antara lain: perijinan, teknologi, struktur, manajemen, pelatihan dan pembiayaan.

    Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UKM selalu digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan penting, karena sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern. Peranan usaha kecil tersebut menjadi bagian yang diutamakan dalam setiap perencanaan tahapan pembangunan yang dikelola oleh dua departemen yaitu Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta . Departemen Koperasi dan UKM. Namun, usaha pengembangan yang telah dilaksanakan masih belum memuaskan hasilnya karena pada kenyataannya kemajuan UKM sangat kecil dibandingkan dengan kemajuan yang sudah dicapai usaha besar. Pelaksanaan kebijaksanaan UKM oleh pemerintah selama Orde Baru, sedikit saja yang dilaksanakan, lebih banyak hanya merupakan semboyan saja sehingga hasilnya sangat tidak memuaskan. Pemerintah lebih berpihak pada pengusaha besar hampir di semua sektor, antara lain perdagangan, perbankan, kehutanan, pertanian dan industri.

    Sumber : Nofri Hasanudin


    Mahasiswa Program Studi Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia
    Peserta PPSDMS Angkatan V Regional 1 Jakarta

    Iklan
     
  • phoenixeagle 8:27 pm on May 10, 2011 Permalink | Balas  

    Perkembangan Inflasi Di Indonesia 


    Pengertian Inflasi

    Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan. Kenaikan harga itu berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kenaikan harga-harga barang pada saat hari raya seperti lebaran, natal, tahun baru, dan perayaan-perayaan hari raya lainnya tidak dianggap sebagai inflasi. Hal itu disebabkan karena biasanya setelah hari raya tersebut harga-harga akan turun kembali. Inflasi secara umum terjadi karena jumlah uang yang beredar lebih banyak daripada yang diperlukan. Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan secara tuntas. Usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikan inflasi. Jenis-jenis inflasi dapat dibedakan berdasarkan :

    Berdasarkan sumbernya inflasi dapat digolongkan menjadi :

    1. Inflasi yang berasal dari dalam negeri, Inflasi yang berasal dari dalam negeri misalnya : terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru serta gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.
    1. Inflasi yang berasal dari luar negeri, adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat biaya produksi barang di luar negeri terlalu tinggi atau adanya kenaikan tarif terhadap impor barang.

    Selain itu juga, inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut dengan inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation).

    Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga bisa terus berubah dan meningkat, sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan karena nilai uang yang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi).

    Berdasarkan tingkat keparahannya inflasi dapat dibedakan :

    1. Inflasi ringan, Inflasi yang masih belum begitu mengganggu keadaan ekonomi, tetapi belum menimbulkan krisis dibidang ekonomi. Inflasi ringan berada dibawah kurang dari 10% per tahun.
    1.  Inflasi sedang, Inflasi yang belum membahayakan kegiatan ekonomi, tetapi inflasi ini sudah menurunkan tingkat kesejahteraan orang-orang yang berpenghasilan tetap. Inflasi ini berkisar antara 10% – 30% per tahun.
    1.  Inflasi berat, Inflasi ini sudah mengacaukan kegiatan perekonomian. Pada inflasi ini, orang-orang cenderung untuk menyimpan barang dan umumnya orang-orang enggan untuk menabung karena bunga tabungan lebih rendah dari laju inflasi. Inflasi ini berkisar antara 30% – 100% per tahun.
    1.  Hyperinflation, Inflasi ini sudah mengacaukan kondisi perekonomian dan susah untuk dikendalikan walaupun dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Inflasi berat ini berada lebih dari 100% per tahun.

    Inflasi dapat diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:

    1. Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
    1. Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI), Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.
    1. Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.
    1. Indeks harga barang-barang modal, Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.

    Inflasi Indonesia Menurut Kelompok Komoditi

    2006, 2007, Januari – Mei 2008 (2002=100), Juni – Desember 2008 (2007=100), 2009, 2010, Januari 2011 (2007=100), Februari 2011

    Tahun / Bulan

    Bahan Makanan

    Makanan Jadi Perumahan

    Sandang

    Kesehatan

    Pendidikan Transportasi

    Indeks Umum

    (Minuman, Rokok, (Air, Listrik, Gas, Rekreasi Komunikasi
    dan tembakau) dan Bahan Bakar) dan Olahraga dan jasa keuangan

    2006

    12.94

    6.36

    4.83

    6.84

    5.87

    8.13

    1.02

    6.60

    Januari

    4.29

    0.94

    0.70

    0.73

    1.06

    0.20

    -0.05

    1.36

    Februari

    1.18

    0.65

    0.55

    0.72

    0.40

    -0.28

    0.16

    0.58

    Maret

    -0.88

    0.58

    0.36

    0.15

    0.39

    0.12

    0.13

    0.03

    April

    -0.85

    0.43

    0.42

    0.70

    0.58

    0.09

    0.07

    0.05

    Mei

    0.28

    0.3

    0.30

    2.03

    0.57

    0.07

    0.17

    0.37

    Juni

    1.12

    0.26

    0.32

    -0.08

    0.27

    0.25

    0.10

    0.45

    Juli

    0.99

    0.31

    0.21

    0.36

    0.06

    0.69

    0.08

    0.45

    Agustus

    -0.34

    0.35

    0.30

    0.35

    0.33

    4.77

    0.01

    0.33

    September

    0.62

    0.13

    0.28

    -0.13

    0.31

    1.84

    -0.01

    0.38

    Oktober

    2.17

    0.64

    0.26

    1.00

    0.29

    0.10

    0.46

    0.86

    November

    0.65

    0.47

    0.29

    0.70

    0.42

    0.03

    -0.21

    0.34

    Desember

    3.12

    1.11

    0.74

    0.13

    1.05

    0.07

    0.10

    1.21

    2007

    11.26

    6.41

    4.88

    8.42

    4.31

    8.83

    1.25

    6.59

    Januari

    2.68

    0.87

    0.71

    -0.25

    0.54

    0.10

    0.10

    1.04

    Februari

    0.84

    0.65

    0.80

    0.56

    0.64

    0.23

    0.03

    0.62

    Maret

    0.16

    0.36

    0.29

    0.41

    0.20

    0.03

    0.09

    0.24

    April

    -1.3

    0.38

    0.26

    0.61

    0.32

    -0.03

    0.22

    -0.16

    Mei

    -0.39

    0.47

    0.35

    0.21

    0.18

    0.01

    0.13

    0.10

    Juni

    0.47

    0.33

    0.13

    -0.43

    0.22

    0.03

    0.11

    0.23

    Juli

    1.35

    0.40

    0.32

    0.61

    0.35

    2.89

    0.05

    0.72

    Agustus

    0.79

    0.48

    0.77

    0.49

    0.24

    3.18

    0.04

    0.75

    September

    1.81

    0.45

    0.18

    1.22

    0.44

    1.70

    0.07

    0.80

    Oktober

    1.87

    0.51

    0.21

    2.05

    0.45

    0.21

    0.47

    0.79

    November

    0.04

    0.43

    0.12

    1.66

    0.26

    0.11

    -0.27

    0.18

    Desember

    2.47

    0.91

    0.63

    0.99

    0.41

    0.12

    0.22

    1.10

    2008

    16.35

    12.53

    10.92

    7.33

    7.96

    6.66

    7.49

    11.06

    Januari

    2.77

    2.02

    1.80

    2.31

    0.72

    0.01

    0.24

    1.77

    Februari

    1.59

    0.88

    -0.01

    0.76

    1.56

    0.04

    0.02

    0.65

    Maret

    1.44

    1.08

    0.99

    1.17

    0.69

    0.09

    0.11

    0.95

    April

    0.55

    0.86

    1.62

    -0.27

    1.88

    0.13

    -1.18

    0.57

    Mei

    1.72

    0.86

    1.58

    -0.16

    0.69

    0.37

    2.23

    1.41

    Juni

    1.28

    1.33

    1.14

    0.49

    0.83

    0.44

    8.72

    2.46

    Juli

    1.85

    1.07

    1.80

    0.81

    0.71

    1.74

    0.71

    1.37

    Agustus

    0.94

    0.59

    0.53

    -0.53

    0.56

    1.36

    -0.01

    0.51

    September

    1.9

    0.94

    1.22

    0.50

    0.36

    0.63

    0.22

    0.97

    Oktober

    0.71

    0.77

    0.24

    0.71

    0.52

    0.39

    0.10

    0.45

    November

    -0.67

    1.13

    0.23

    0.72

    0.37

    0.26

    -0.31

    0.12

    Desember

    0.57

    0.52

    0.52

    1.13

    0.21

    0.16

    -2.74

    -0.04

    2009

    3.88

    7.81

    1.83

    6.00

    3.89

    3.89

    -3.67

    2.78

    Januari

    0.76

    0.95

    -0.06

    0.55

    0.37

    0.12

    -2.53

    -0.07

    Februari

    0.95

    0.91

    0.28

    2.85

    0.17

    0.04

    -2.43

    0.21

    Maret

    -0.26

    0.52

    0.20

    1.02

    0.73

    0.06

    0.25

    0.22

    April

    -1.33

    0.40

    0.12

    -1.7

    0.34

    0.05

    0.07

    -0.31

    Mei

    -0.25

    0.48

    0.09

    -0.48

    0.62

    0.07

    0.00

    0.04

    Juni

    -0.18

    0.29

    0.04

    0.30

    0.23

    0.09

    0.25

    0.11

    Juli

    1.14

    0.29

    0.08

    -0.23

    0.13

    1.21

    0.28

    0.45

    Agustus

    1.29

    0.73

    0.21

    0.01

    0.35

    1.26

    -0.02

    0.56

    September

    2.43

    1.08

    0.18

    1.28

    0.29

    0.43

    0.89

    1.05

    Oktober

    0.28

    0.7

    0.24

    0.37

    0.20

    0.34

    -0.71

    0.19

    November

    -0.82

    0.26

    0.15

    0.98

    0.19

    0.13

    -0.08

    -0.03

    Desember

    -0.13

    0.93

    0.28

    0.95

    0.20

    0.01

    0.35

    0.33

    2010

    15.64

    6.96

    4.08

    6.51

    2.19

    3.29

    2.69

    6.96

    Januari

    1.73

    1.93

    0.34

    -0.2

    0.15

    0.10

    0.16

    0.84

    Februari

    0.86

    0.40

    0.20

    -0.47

    0.18

    0.07

    0.11

    0.30

    Maret

    -0.91

    0.28

    0.13

    0.01

    0.25

    0.02

    0.07

    -0.14

    April

    0.33

    0.24

    0.10

    0.14

    0.17

    0.01

    0.04

    0.15

    Mei

    0.49

    0.34

    0.09

    1.19

    0.11

    0.02

    0.02

    0.29

    Juni

    3.2

    0.41

    0.23

    0.93

    0.06

    0.06

    0.15

    0.97

    Juli

    4.69

    0.65

    0.26

    -0.09

    0.27

    0.86

    1.51

    1.57

    Agustus

    0.47

    0.67

    1.59

    0.06

    0.27

    1.27

    0.36

    0.76

    September

    0.44

    0.52

    0.25

    1.08

    0.23

    0.26

    0.57

    0.44

    Oktober

    -0.85

    0.48

    0.36

    1.73

    0.24

    0.44

    -0.57

    0.06

    November

    1.49

    0.46

    0.25

    0.89

    0.09

    0.08

    0.01

    0.60

    Desember

    2.81

    0.36

    0.21

    1.08

    0.16

    0.07

    0.25

    0.92

    2011

    1.87

    0.96

    0.88

    0.07

    1.17

    0.55

    0.46

    1.03

    Januari

    -0.33

    0.47

    0.40

    -0.08

    0.69

    0.13

    0.15

    0.13

    Februari

    2.21

    0.49

    0.48

    0.15

    0.47

    0.42

    0.31

    0.89

    INDEKS HARGA KONSUMEN DAN INFLASI BULANAN INDONESIA

    2005,2006,2007,JAN-MEI 2008(2002=100),JUN-DES 2008,2009,2010,2011(2007=100),FEB 2011

    Bulan

    2005

    2006

    2007

    2008

    2009

    2010

    2011

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    Januari

    118,53

    1,43

    138,72

    1,36

    147.4

    1,04

    158,26

    1,77

    113,78

    -0,07

    118,01

    0,84

    126,29

    0,89

    Februari

    118,33

    -0,17

    139,53

    0,58

    148,32

    0,62

    159,29

    0,65

    114,02

    0,21

    118,36

    0,30

    126,46

    0,13

    Maret

    120,59

    1,91

    139,57

    0,03

    148,67

    0,24

    160,81

    0,95

    114,27

    0,22

    118,19

    -0,14

    April

    121,00

    0,34

    139,64

    0,05

    148,43

    -0,16

    161,73

    0,57

    113,92

    -0,31

    118,37

    0,15

    Mei

    121,25

    0,21

    140,16

    0,37

    148,58

    0,10

    164,01

    1,41

    113,97

    0,04

    118,71

    0,29

    Juni

    121,86

    0,50

    140,79

    0,45

    148,92

    0,23

    110,08*)

    2,46*)

    114,10

    0,11

    119,86

    0,97

    Juli

    122,81

    0,78

    141,42

    0,45

    149,99

    0,72

    111,59

    1,37

    114,61

    0,45

    121,74

    1,57

    Agustus

    123,48

    0,55

    141,88

    0,33

    151,11

    0,75

    112,16

    0,51

    115,25

    0,56

    122,67

    0,76

    September

    124,33

    0,69

    142,42

    0,38

    152,32

    0,80

    113,25

    0,97

    116,46

    1,05

    123,21

    0,44

    Oktober

    135,15

    8,70

    143,65

    0,86

    153,53

    0,79

    113,76

    0,45

    116,68

    0,19

    123,29

    0,06

    November

    136,92

    1,31

    144,14

    0,34

    153,81

    0,18

    113,90

    0,12

    116,65

    -0,03

    124,03

    0,60

    Desember

    136,86

    -0,04

    145,89

    1,21

    155,50

    1,10

    113,36

    -0,04

    117,07

    0,33

    125,17

    0,92

    Tingkat Inflasi

     

    17,11

     

    6,6

     

    6,59

     

    11,06

     

    2,78

     

    6,96

     

    1.02

    Berdasarkan table diatas, inflasi yang terjadi di Indonesia pada umumnya merupakan inflasi yang masih dapat dikendalikan, walaupun memang ada kecenderungan naik. Namun, sekalipun naik, inflasi masih tetap terkendalikan.

    Kesimpulan :

    Inflasi di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh karena gagalnya pelaksanaan

    kebijakan pemerintah di sektor moneter. Tetapi, yang seringkali dilakukan adalah untuk

    menstabilkan fluktuasi tingkat harga umum dalam jangka waktu yang pendek. Dengan melakukan pembenahan di sektor riil secara tepat,bisa membawa kita sampai pada tahap messo dan micro ekonomi, sehingga fundamental perekonomian Indonesia dapat diperkokoh. Defisit APBN; peningkatan cadangan devisa; pembenahan sektor pertanian

    khususnya pada sub sektor pangan; pembenahan faktor-faktor yang dapat

    mempengaruhi posisi penawaran agregat merupakan hal-hal yang perlu

    mendapatkan penanganan dan perhatian yang penting untuk dapat menekan laju inflasi ke tingkat yang serendah mungkin di Indonesia, disamping pembenahan di sektor moneter.

    Sumber : https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=gmail&attid=0.1&thid=12faf0562e07102d&mt=application/vnd.openxmlformats-

    officedocument.wordprocessingml.document&url=https://mail.google.com/mail/?ui%3D2%26ik%3D0d2ac32730%26view%3Datt%26th%3D12faf0562e07102d%26attid%3D0.1%26disp%3Dattd%26zw&sig=AHIEtbRZfFdjd_7IEWq1Qkp_rvscxkn8EQ&pli=1

    Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X, penerbit esis, Alam S. (halaman 217)

    Normal
    0

    false
    false
    false

    EN-US
    X-NONE
    X-NONE

    MicrosoftInternetExplorer4

    /* Style Definitions */
    table.MsoNormalTable
    {mso-style-name:”Table Normal”;
    mso-tstyle-rowband-size:0;
    mso-tstyle-colband-size:0;
    mso-style-noshow:yes;
    mso-style-priority:99;
    mso-style-qformat:yes;
    mso-style-parent:””;
    mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
    mso-para-margin-top:0in;
    mso-para-margin-right:0in;
    mso-para-margin-bottom:10.0pt;
    mso-para-margin-left:0in;
    line-height:115%;
    mso-pagination:widow-orphan;
    font-size:11.0pt;
    font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
    mso-ascii-font-family:Calibri;
    mso-ascii-theme-font:minor-latin;
    mso-hansi-font-family:Calibri;
    mso-hansi-theme-font:minor-latin;
    mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
    mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

    Perkembangan Inflasi Di Indonesia

    Pengertian Inflasi

                    Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan. Kenaikan harga itu berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kenaikan harga-harga barang pada saat hari raya seperti lebaran, natal, tahun baru, dan perayaan-perayaan hari raya lainnya tidak dianggap sebagai inflasi. Hal itu disebabkan karena biasanya setelah hari raya tersebut harga-harga akan turun kembali. Inflasi secara umum terjadi karena jumlah uang yang beredar lebih banyak daripada yang diperlukan. Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan secara tuntas. Usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikan inflasi. Jenis-jenis inflasi dapat dibedakan berdasarkan :

    Berdasarkan sumbernya inflasi dapat digolongkan menjadi :

    1.       Inflasi yang berasal dari dalam negeri, Inflasi yang berasal dari dalam negeri misalnya : terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru serta gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.

    2.       Inflasi yang berasal dari luar negeri, adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat biaya produksi barang di luar negeri terlalu tinggi atau adanya kenaikan tarif terhadap impor barang.

    Selain itu juga, inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut dengan inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation).

    Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga bisa terus berubah dan meningkat, sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan karena nilai uang yang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi).

    Berdasarkan tingkat keparahannya inflasi dapat dibedakan :

    1.       Inflasi ringan, Inflasi yang masih belum begitu mengganggu keadaan ekonomi, tetapi belum menimbulkan krisis dibidang ekonomi. Inflasi ringan berada dibawah kurang dari 10% per tahun.

    2.        Inflasi sedang, Inflasi yang belum membahayakan kegiatan ekonomi, tetapi inflasi ini sudah menurunkan tingkat kesejahteraan orang-orang yang berpenghasilan tetap. Inflasi ini berkisar antara 10% – 30% per tahun.

    3.        Inflasi berat, Inflasi ini sudah mengacaukan kegiatan perekonomian. Pada inflasi ini, orang-orang cenderung untuk menyimpan barang dan umumnya orang-orang enggan untuk menabung karena bunga tabungan lebih rendah dari laju inflasi. Inflasi ini berkisar antara 30% – 100% per tahun.

    4.        Hyperinflation, Inflasi ini sudah mengacaukan kondisi perekonomian dan susah untuk dikendalikan walaupun dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Inflasi berat ini berada lebih dari 100% per tahun.

    Inflasi dapat diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:

    a.       Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.

    b.      Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI), Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.

    c.       Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.

    d.      Indeks harga barang-barang modal, Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.

    Inflasi Indonesia Menurut Kelompok Komoditi

    2006, 2007, Januari – Mei 2008 (2002=100), Juni – Desember 2008 (2007=100), 2009, 2010, Januari 2011 (2007=100), Februari 2011

    Tahun / Bulan

    Bahan Makanan

    Makanan Jadi

    Perumahan

    Sandang

    Kesehatan

    Pendidikan

    Transportasi

    Indeks Umum

    (Minuman, Rokok,

    (Air, Listrik, Gas,

    Rekreasi

    Komunikasi

    dan tembakau)

    dan Bahan Bakar)

    dan Olahraga

    dan jasa keuangan

    2006

    12.94

    6.36

    4.83

    6.84

    5.87

    8.13

    1.02

    6.60

    Januari

    4.29

    0.94

    0.70

    0.73

    1.06

    0.20

    -0.05

    1.36

    Februari

    1.18

    0.65

    0.55

    0.72

    0.40

    -0.28

    0.16

    0.58

    Maret

    -0.88

    0.58

    0.36

    0.15

    0.39

    0.12

    0.13

    0.03

    April

    -0.85

    0.43

    0.42

    0.70

    0.58

    0.09

    0.07

    0.05

    Mei

    0.28

    0.3

    0.30

    2.03

    0.57

    0.07

    0.17

    0.37

    Juni

    1.12

    0.26

    0.32

    -0.08

    0.27

    0.25

    0.10

    0.45

    Juli

    0.99

    0.31

    0.21

    0.36

    0.06

    0.69

    0.08

    0.45

    Agustus

    -0.34

    0.35

    0.30

    0.35

    0.33

    4.77

    0.01

    0.33

    September

    0.62

    0.13

    0.28

    -0.13

    0.31

    1.84

    -0.01

    0.38

    Oktober

    2.17

    0.64

    0.26

    1.00

    0.29

    0.10

    0.46

    0.86

    November

    0.65

    0.47

    0.29

    0.70

    0.42

    0.03

    -0.21

    0.34

    Desember

    3.12

    1.11

    0.74

    0.13

    1.05

    0.07

    0.10

    1.21

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    2007

    11.26

    6.41

    4.88

    8.42

    4.31

    8.83

    1.25

    6.59

    Januari

    2.68

    0.87

    0.71

    -0.25

    0.54

    0.10

    0.10

    1.04

    Februari

    0.84

    0.65

    0.80

    0.56

    0.64

    0.23

    0.03

    0.62

    Maret

    0.16

    0.36

    0.29

    0.41

    0.20

    0.03

    0.09

    0.24

    April

    -1.3

    0.38

    0.26

    0.61

    0.32

    -0.03

    0.22

    -0.16

    Mei

    -0.39

    0.47

    0.35

    0.21

    0.18

    0.01

    0.13

    0.10

    Juni

    0.47

    0.33

    0.13

    -0.43

    0.22

    0.03

    0.11

    0.23

    Juli

    1.35

    0.40

    0.32

    0.61

    0.35

    2.89

    0.05

    0.72

    Agustus

    0.79

    0.48

    0.77

    0.49

    0.24

    3.18

    0.04

    0.75

    September

    1.81

    0.45

    0.18

    1.22

    0.44

    1.70

    0.07

    0.80

    Oktober

    1.87

    0.51

    0.21

    2.05

    0.45

    0.21

    0.47

    0.79

    November

    0.04

    0.43

    0.12

    1.66

    0.26

    0.11

    -0.27

    0.18

    Desember

    2.47

    0.91

    0.63

    0.99

    0.41

    0.12

    0.22

    1.10

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    2008

    16.35

    12.53

    10.92

    7.33

    7.96

    6.66

    7.49

    11.06

    Januari

    2.77

    2.02

    1.80

    2.31

    0.72

    0.01

    0.24

    1.77

    Februari

    1.59

    0.88

    -0.01

    0.76

    1.56

    0.04

    0.02

    0.65

    Maret

    1.44

    1.08

    0.99

    1.17

    0.69

    0.09

    0.11

    0.95

    April

    0.55

    0.86

    1.62

    -0.27

    1.88

    0.13

    -1.18

    0.57

    Mei

    1.72

    0.86

    1.58

    -0.16

    0.69

    0.37

    2.23

    1.41

    Juni

    1.28

    1.33

    1.14

    0.49

    0.83

    0.44

    8.72

    2.46

    Juli

    1.85

    1.07

    1.80

    0.81

    0.71

    1.74

    0.71

    1.37

    Agustus

    0.94

    0.59

    0.53

    -0.53

    0.56

    1.36

    -0.01

    0.51

    September

    1.9

    0.94

    1.22

    0.50

    0.36

    0.63

    0.22

    0.97

    Oktober

    0.71

    0.77

    0.24

    0.71

    0.52

    0.39

    0.10

    0.45

    November

    -0.67

    1.13

    0.23

    0.72

    0.37

    0.26

    -0.31

    0.12

    Desember

    0.57

    0.52

    0.52

    1.13

    0.21

    0.16

    -2.74

    -0.04

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    2009

    3.88

    7.81

    1.83

    6.00

    3.89

    3.89

    -3.67

    2.78

    Januari

    0.76

    0.95

    -0.06

    0.55

    0.37

    0.12

    -2.53

    -0.07

    Februari

    0.95

    0.91

    0.28

    2.85

    0.17

    0.04

    -2.43

    0.21

    Maret

    -0.26

    0.52

    0.20

    1.02

    0.73

    0.06

    0.25

    0.22

    April

    -1.33

    0.40

    0.12

    -1.7

    0.34

    0.05

    0.07

    -0.31

    Mei

    -0.25

    0.48

    0.09

    -0.48

    0.62

    0.07

    0.00

    0.04

    Juni

    -0.18

    0.29

    0.04

    0.30

    0.23

    0.09

    0.25

    0.11

    Juli

    1.14

    0.29

    0.08

    -0.23

    0.13

    1.21

    0.28

    0.45

    Agustus

    1.29

    0.73

    0.21

    0.01

    0.35

    1.26

    -0.02

    0.56

    September

    2.43

    1.08

    0.18

    1.28

    0.29

    0.43

    0.89

    1.05

    Oktober

    0.28

    0.7

    0.24

    0.37

    0.20

    0.34

    -0.71

    0.19

    November

    -0.82

    0.26

    0.15

    0.98

    0.19

    0.13

    -0.08

    -0.03

    Desember

    -0.13

    0.93

    0.28

    0.95

    0.20

    0.01

    0.35

    0.33

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    2010

    15.64

    6.96

    4.08

    6.51

    2.19

    3.29

    2.69

    6.96

    Januari

    1.73

    1.93

    0.34

    -0.2

    0.15

    0.10

    0.16

    0.84

    Februari

    0.86

    0.40

    0.20

    -0.47

    0.18

    0.07

    0.11

    0.30

    Maret

    -0.91

    0.28

    0.13

    0.01

    0.25

    0.02

    0.07

    -0.14

    April

    0.33

    0.24

    0.10

    0.14

    0.17

    0.01

    0.04

    0.15

    Mei

    0.49

    0.34

    0.09

    1.19

    0.11

    0.02

    0.02

    0.29

    Juni

    3.2

    0.41

    0.23

    0.93

    0.06

    0.06

    0.15

    0.97

    Juli

    4.69

    0.65

    0.26

    -0.09

    0.27

    0.86

    1.51

    1.57

    Agustus

    0.47

    0.67

    1.59

    0.06

    0.27

    1.27

    0.36

    0.76

    September

    0.44

    0.52

    0.25

    1.08

    0.23

    0.26

    0.57

    0.44

    Oktober

    -0.85

    0.48

    0.36

    1.73

    0.24

    0.44

    -0.57

    0.06

    November

    1.49

    0.46

    0.25

    0.89

    0.09

    0.08

    0.01

    0.60

    Desember

    2.81

    0.36

    0.21

    1.08

    0.16

    0.07

    0.25

    0.92

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    2011

    1.87

    0.96

    0.88

    0.07

    1.17

    0.55

    0.46

    1.03

    Januari

    -0.33

    0.47

    0.40

    -0.08

    0.69

    0.13

    0.15

    0.13

    Februari

    2.21

    0.49

    0.48

    0.15

    0.47

    0.42

    0.31

    0.89

    INDEKS HARGA KONSUMEN DAN INFLASI BULANAN INDONESIA

    2005,2006,2007,JAN-MEI 2008(2002=100),JUN-DES 2008,2009,2010,2011(2007=100),FEB 2011

    Bulan

    2005

    2006

    2007

    2008

    2009

    2010

    2011

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    IHK

    Inflasi

    Januari

    118,53

    1,43

    138,72

    1,36

    147.4

    1,04

    158,26

    1,77

    113,78

    -0,07

    118,01

    0,84

    126,29

    0,89

    Februari

    118,33

    -0,17

    139,53

    0,58

    148,32

    0,62

    159,29

    0,65

    114,02

    0,21

    118,36

    0,30

    126,46

    0,13

    Maret

    120,59

    1,91

    139,57

    0,03

    148,67

    0,24

    160,81

    0,95

    114,27

    0,22

    118,19

    -0,14

     

     

    April

    121,00

    0,34

    139,64

    0,05

    148,43

    -0,16

    161,73

    0,57

    113,92

    -0,31

    118,37

    0,15

     

     

    Mei

    121,25

    0,21

    140,16

    0,37

    148,58

    0,10

    164,01

    1,41

    113,97

    0,04

    118,71

    0,29

     

     

    Juni

    121,86

    0,50

    140,79

    0,45

    148,92

    0,23

    110,08*)

    2,46*)

    114,10

    0,11

    119,86

    0,97

     

     

    Juli

    122,81

    0,78

    141,42

    0,45

    149,99

    0,72

    111,59

    1,37

    114,61

    0,45

    121,74

    1,57

     

     

    Agustus

    123,48

    0,55

    141,88

    0,33

    151,11

    0,75

    112,16

    0,51

    115,25

    0,56

    122,67

    0,76

     

     

    September

    124,33

    0,69

    142,42

    0,38

    152,32

    0,80

    113,25

    0,97

    116,46

    1,05

    123,21

    0,44

     

     

    Oktober

    135,15

    8,70

    143,65

    0,86

    153,53

    0,79

    113,76

    0,45

    116,68

    0,19

    123,29

    0,06

     

     

    November

    136,92

    1,31

    144,14

    0,34

    153,81

    0,18

    113,90

    0,12

    116,65

    -0,03

    124,03

    0,60

     

     

    Desember

    136,86

    -0,04

    145,89

    1,21

    155,50

    1,10

    113,36

    -0,04

    117,07

    0,33

    125,17

    0,92

     

     

    Tingkat Inflasi

     

    17,11

     

    6,6

     

    6,59

     

    11,06

     

    2,78

     

    6,96

     

    1.02

    Berdasarkan table diatas, inflasi yang terjadi di Indonesia pada umumnya merupakan inflasi yang masih dapat dikendalikan, walaupun memang ada kecenderungan naik. Namun, sekalipun naik, inflasi masih tetap terkendalikan.

     

    Kesimpulan :

    Inflasi di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh karena gagalnya pelaksanaan

    kebijakan pemerintah di sektor moneter. Tetapi, yang seringkali dilakukan adalah untuk

    menstabilkan fluktuasi tingkat harga umum dalam jangka waktu yang pendek. Dengan melakukan pembenahan di sektor riil secara tepat,bisa membawa kita sampai pada tahap messo dan micro ekonomi, sehingga fundamental perekonomian Indonesia dapat diperkokoh. Defisit APBN; peningkatan cadangan devisa; pembenahan sektor pertanian

    khususnya pada sub sektor pangan; pembenahan faktor-faktor yang dapat

    mempengaruhi posisi penawaran agregat merupakan hal-hal yang perlu

    mendapatkan penanganan dan perhatian yang penting untuk dapat menekan laju inflasi ke tingkat yang serendah mungkin di Indonesia, disamping pembenahan di sektor moneter.

    Sumber : https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=gmail&attid=0.1&thid=12faf0562e07102d&mt=application/vnd.openxmlformats-

    officedocument.wordprocessingml.document&url=https://mail.google.com/mail/?ui%3D2%26ik%3D0d2ac32730%26view%3Datt%26th%3D12faf0562e07102d%26attid%3D0.1%26disp%3Dattd%26zw&sig=AHIEtbRZfFdjd_7IEWq1Qkp_rvscxkn8EQ&pli=1

    Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X, penerbit esis, Alam S. (halaman 217)

     
  • phoenixeagle 3:53 pm on March 2, 2011 Permalink | Balas  

    Sistem Perekonomian Indonesia 

    Seperti yang kita ketahui bahwa yang menentukan bentuk suatu sistem ekonomi kecuali dasar falsafah negara yang dijunjung tinggi, maka yang dijadikan kriteria adalah lembaga-lembaga, khususnya lembaga ekonomi yang menjadi perwujudan atau realisasi falsafah tersebut.

    Pergulatan pemikiran tentang sistim ekonomi apa yang sebaiknya di diterapkan Indonesia telah dimulai sejak Indonesia belum mencapai kemerdekaannya. Sampai sekarang pergulatan pemikiran tersebut masih terus berlangsung, hal ini tecermin dari perkembangan pemikiran tentang sistim ekonomi pancasila SEP. Menurut Sri-Edi Suwasono (1985), pergulatan pemikiran tentang ESP pada hakikatnya merupakan dinamika penafsiran tentang pasal-pasal ekonomi dalam UUD 1945.

     

    1. Pasal Ekonomi Dalam UUD 1945

    Pasal 33 UUD 1945, yang dimaksud dengan cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah barang dan jasa yang vital bagi kehidupan manusia, dan tersedia dalam jumlah yang terbatas. Tinjauan terhadap vital tidaknya suatu barang tertentu terus mengalami perubahan sesuai dengan dinamika pertumbuhan ekonomi, peningkatan taraf hidup dan peningkatan permintaan.

    Dengan demikian penafsiran pasal-pasal di ataslah yang banyak mendominasi pemikiran SEP. Pemikiran tentang ESP, sudah banyak, namun ada beberapa yang perlu dibahas secara rinci karena mereka merupakan faunding father dan juga tokoh- tokoh ekonomi yang ikut mewarnai sistem ekonomi kita, diantaranya :

    a. Pemikiran Mohammad Hatta (Bung Hatta)

    Bung Hatta selain sebagai tokoh Proklamator bangsa Indonesia, juga dikenal sebagai perumus pasal 33 UUD 1945. bung Hatta menyusun pasal 33 didasari pada pengalaman pahit bangsa Indonesia yang selama berabad-abad dijajah oleh bangsa asing yang menganut sitem ekonomi liberal-kapitalistik. Penerapan sistem ini di Indonesia telah menimbulkan kesengsaraan dan kemelaratan, oleh karena itu menurut Bung Hatta sistem ekonomi yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus berasakan kekeluargaan

    b. Pemikiran Wipolo

    Pemikiran Wipolo disampaikan pada perdebatan dengan Wijoyo Nitisastro tentang pasal 38 UUDS (pasal ini identik dengan pasal 33 UUD 1945), 23 september 1955.menurut Wilopo, pasal 33 memiliki arti SEP sangat menolak sistem liberal, karena itu SEP juga menolak sector swasta yang merupakan penggerak utama sistem ekonomi liberal-kapitalistik

    c. Pemikiran Wijoyo Nitisastro

    Pemikiran Wijoyo Nitisastro ini merupakan tanggapan terhadap pemikiran Wilopo. Menurut Wijoyo Nitisastro, pasal 33 UUD 1945 sangat ditafsirkan sebagai penolakan terhadap sector swasta.

     

    d. Pemikiran Mubyarto

    Menurut Mubyarto, SEP adalah sistem ekonomi yang bukan kapitalis dan juga sosialis. Salah satu perbedaan SEP dengan kapitalis atau sosialis adalah pandangan tentang manusia. Dalam sistem kapitalis atau sosialis, manusia dipandang sebagai mahluk rasional yang memiliki kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan akan materi saja.

    e. Pemikiran Emil Salim

    Konsep Emil Salim tentang SEP sangat sederhana, yaitu sistem ekonomi pasar dengan perencanaan. Menurut Emil Salim, di dalam sistem tersebutlah tercapai keseimbangan antara sistem komando dengan sistem pasar. “lazimnya suatu sistem ekonomi bergantung erat dengan paham-ideologi yang dianut suatu negara”.

    Sumitro Djojohadikusumo dalam pidatonya di hadapan School of Advanced

    International Studies di Wasington, AS Tanggal 22 Februari 1949, menegaskan bahwa yang dicita-citakan bangsa Indonesia adalah suatu macam ekonomi campuran. Lapangan-lapangan usaha tertentu akan dinasionalisasi dan dijalankan oleh pemerintah, sedangkan yang lain-lain akan terus terletak dalam lingkungan usaha swasta.

     

     
  • phoenixeagle 3:19 pm on March 2, 2011 Permalink | Balas  

    Sistem Ekonomi 

    Secara garis besar, kita mengenal ada empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran. 1. Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya. Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat. Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan. 2. Sistem Ekonomi Terpusat Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu komando dari pusat. Dengan demikian, masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang. Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis. Namun karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini sudah ditinggalkan. 3. Sistem Ekonomi Pasar Pada sistem ekonomi pasar, kehidupan ekonomi diharapkan dapat berjalan bebas sesuai dengan mekanisme proses. Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan memperoleh laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produsen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen. Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibatnya yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi. 4. Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta, terdapat pula badan perencana negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi. Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.

     

    18 Februari 2011

    00:00

     

     

     
  • phoenixeagle 10:38 pm on October 15, 2010 Permalink | Balas  

    Sejarah Gunadarma 

    Kelompok manusia yang kebetulan berfungsi sebagai pendidik itu, melihat betapa pesatnya suatu era baru menyingsing di dalam masyarakat kita. melalui luapan alat yang berwujud komputer, komunikasi di dalam masyarakat mengenai dimensi baru. Masyarakat kita memerlukan data dan informasi melalui standar baru. Data mulai diolah dengan kecermatan dan kecepatan yang tinggi. Informasi yang biasanya terletak di luar jangkauan olah mulai masuk ke dalam jangkauan olah. Dan bersama itu, masyarakat mulai menyadari kenyataan bahwa era baru telah muncul di dalam hidup mereka.

    Dalam rangka inilah, kelompok manusia pendidik itu mulai melihat suatu kenyataan baru. Melalui kaitan diantara masyarakat dan pendidikan, standar baru didalam masyarakat perlu diimbangi pula oleh standar baru pendidikan. Kalau masyarakat telah memasuki era baru dengan menerima kehadiran komputer, maka pada tempatnyalah kalau pendidikan mulai pula merintis pengetahuan tentang komputer itu. Dan bersama itu, pendidikan komputer merupakan salah satu standar baru di dalam dinamika pendidikan zaman sekarang.

    Segera pula kelompok manusia pendidik itu mengambil tindakan kasat mata. Pada hari Jumat tanggal 7 Agustus 1981, mereka membuka pendidikan komputer dengan nama Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang menampung 91 orang mahasiswa. Dan pada hari Senin, tanggal 10 Agustus 1981, kuliah pertamapun dimulai. Kuliah inipun berkembang sehingga menuntut suatu wadah yang lebih mantap. Melalui asuhan Yayasan Pengembangan Sistem Analisis dan Operation Research Matematika (SAOR Matematika), wadah pendidikan itu berubah menjadi Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI). Sejak itu meluncurlah suatu kegiatan untuk membangkitkan standar baru di dalam pendidikan. Kegiatan itu berbentuk pendidikan ilmu komputer dan matematika.

    Pendidikan komputer dan matematika inipun kemudian dimantapkan lagi ke dalam wadah yang lebih tinggi yakni wadah yang berbentuk akademik ke wadah yang berbentuk sekolah tinggi. Pada hari Kamis, tanggal 21 Juni 1984, nama Gunadarma dipilih untuk menjadikan nama dari sekolah tinggi itu. Pada hari Senin, tanggal 9 Juli 1984, Yayasan Pengembangan Sistem Analis dan Operation Research Matematika diganti menjadi Yayasan Pendidikan Gunadarma. Sehari kemudian, pada hari Selasa, Tanggal 10 Juli 1984, melalui Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Gunadarma, secara resmi nama Gunadarma dikukuhkan ke dalam sekolah tinggi itu menjadi Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG). Bersama itu, sejak dari tanggal 7 Agustus 1981 melewati tonggak tanggal 21 Juni 1984, tanggal 9 Juli 1994, serta tanggal 10 Juli 1994, satu kurun sejarah telah mengantar pendidikan komputer pada Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma ke kurun sejarah berikutnya.

    Pemantapan ini kemudian dikukuhkan lagi melalui keputusan yang dirintis oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III. Pada hari Selasa, tanggal 14 Agustus 1984, Kopertis III memberikan izin operasional kepada STKG. Untuk membangkitkan semangat belajar yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa, pada hari Jumat, tanggal 28 September 1984, diselenggarakanlah oleh Gunadarma upacara wisuda pertama setara sarjana muda, untuk diulangi lagi pada hari Selasa, tanggal 24 September 1985, dan pada hari Jumat, tanggal 26 September 1986. Sampai disini, kita mulai melihat STKG ini berkembang diberbagai dimensi serta bersama itu, kita melihat perkembangan itu dari dimensi ke dimensi.

    Dimensi pertama adalah dimensi program pendidikan. Pada dimensi ini, STKG mulai memproleh kemajuan yang cukup pesat. Pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober 1985, melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0424/0/1985, sekolah tinggi ini dinyatakan berstatus Terdaftar dengan nama baru Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Gunadarma (STMIK Gunadarma). Bersamaan dengan itu, STKG berubah menjadi STMIK Gunadarma secara lebih rinci lagi, di dalam status Terdaftarnya itu, Gunadarma dapat mengasuh dua Jenjang Pendidikan yakni Jenjang Pendidikan Tinggi Strata Satu (S1) serta Jenjang Pendidikan Tinggi Strata Nol (S0) dalam bentuk Diploma Tiga (D3).

    Bersama status itu, Sekolah Tinggi ini mengasuh dua Jurusan yakni Jurusan Manajemen Informatika (MI) dan Jurusan Teknik Komputer (TK). Setiap Jurusan memiliki satu Program Studi yang memiliki nama yang sama dengan Jurusannya itu. Demikianlah pada Manajemen Informatika untuk Jenjang S1 dan D3 serta pada Jurusan Teknik Komputer terdapat Program Studi Teknik Komputer untuk Jenjang S1 dan D3. Dan sebagai pemantapan lebih lanjut, pada hari Selasa, tanggal 29 Juli 1986, STMIK Gunadarma memperoleh Statuta baru dari Yayasan Pendidikan Gunadarma.

    Pada hari Selasa, tanggal 13 Januari 1987, untuk pertama kali, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Sidang Sarjana yang diikuti oleh tiga mahasiswa. Sidang Ujian untuk tiga mahasiswa berikutnya, diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 1987 dan Sidang Ujian ketiga yang diikuti oleh empat mahasiswa diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 21 Januari 1987. Kalau pada tahun 1984, 1985 dan 1986, Perguruan Tinggi ini hanya dapat menyelenggarakan Wisuda setara Sarjana Muda, maka pada tahun 1987 ini, STMIK Gunadarma telah mampu menyelenggarakan wisuda sesungguhnya. Demikianlah pada hari Sabtu, tanggal 24 Januari 1987, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Wisuda Sarjana yang pertama.

    Untuk mengukukan Ujian Sarjana itu, maka mulai hari Selasa tanggal 16 Juni 1987, untuk pertama kalinya, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Ujian Negara Cicilan (UNC). UNC pertama ini berlangsung dalam Status Terdaftar. Sejak itu, terjadilah maraton diantara sidang Ujian Sarjana, Ujian Negara Cicilan, dan Wisuda. Gabungan dari semua unsur itu menghasilkan Sarjana Manajemen Informatika dan Sarjana Teknik Komputer, lulusan STMIK Gunadarma yang terus bercurahan ke dalam masyarakat.

    Sidang Ujian Sarjana ke-4, ke-5 dan ke-6, berlangsung pada hari Selasa tanggal 29 September 1987, pada hari Selasa, tanggal 6 Oktober 1987, pada hari Jumat, tanggal 9 Oktober 1987. Dan Sidang Ujian Sarjana inipun terus berlangsung hinggga pada bulan September 1994, STMIK Gunadarma telah melampui sidangnya yang ke-150. Ujian Negara Cicilan ke-2, ke-3, ke-4, berlangsung mulai hari Senin tanggal 1 November 1987, mulai hari Senin tanggal 20 Juni 1988, mulai hari Senin tanggal 12 Desember 1988. Dan Ujian Negara Cicilan inipun terus berlangsung pada setiap semester sampai sekarang ini. Wisuda sarjana ke-2, ke-3, ke-4, berlangsung pada hari Selasa tanggal 16 Februari 1988, pada hari Sabtu tanggal 21 Januari 1989, pada hari Sabtu tanggal 17 Februari 1990. Dan demikianlah, wisuda terus berlangsung, dari setahun sekali menjadi setahun dua kali.

    Kemajuan di dimensi program ini tidak hanya sampai disitu. Pada hari Senin tanggal 4 Januari 1988, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan No.006/O/1988, Status Terdaftar STMIK Gunadarma Program Studi Manajemen Informatika dan Program Studi Teknik Komputer dinaikkan menjadi Status Diakui. Dan sekali lagi pada hari Sabtu tanggal 12 Agustus 1989 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0490/O/1989, Status kedua Program Studi itu dinaikkan lagi menjadi Status Disamakan.

    Pengembangan Program Pendidikan terus berlanjut sehingga pada hari Selasa tanggal 4 Juli 1989, STMIK Gunadarma membuka lagi Jurusan baru yakni Jurusan Teknik Informatika (TI) dengan program studi Teknik Informatika. Pada hari Kamis, tanggal 7 September 1989, Jurusan dan Program Studi baru ini memperoleh Status Terdaftar. Selanjutnya, Status Diakui dicapai Program Studi Teknik Informatika pada hari Rabu, tanggal 19 Juni 1991, serta Status Disamakan diperoleh pada hari Kamis, tanggal 20 Februari 1992. Dan bersamaan dengan itu, semua Program Studi di STMIK Gunadarma telah mencapai Status Disamakan.

    Pengembangan Program Pendidikan terus berlangsung. Selain Program Pendidikan Jenjang D3 dan Jenjang S1, Perguruan Tinggi ini juga melangkah maju ke Program Pendidikan Tinggi Strata Dua (S2) yang dikenal Program Pendidikan Magister. Pada hari Senin, tanggal 10 Mei 1993, STMIK Gunadarma dilengkapi lagi dengan Program Pasca Sarjana Strata Dua bidang Manajemen Sistem Informasi.

    Disamping Bidang Manajemen Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika Gunadarma juga melangkah ke Bidang lain. Pada hari Sabtu tanggal, 13 Januari 1990 Gunadarma mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma atau dikenal dengan STIE Gunadarma. Di dalam STIE Gunadarma terdapat dua Jurusan, yakni Jurusan Manajemen dan Jurusan Akuntansi. Kalau Jurusan Akuntansi hanya mengasuh satu program studi, yakni Program Studi Akuntansi, maka Jurusan Manajemen mengasuh lima Program Studi, yakni Program Studi Manajemen Keuangan dan Perbankan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Produksi, Manajemen Trasportasi dan Manajemen Koperasi. STIE Gunadarma memperoleh Status Terdaftar pada hari Kamis tanggal 16 Juni 1990 serta mulai berkuliah pada hari Senin tanggal 17 September 1990.

    Sejalan dengan STMIK Gunadarma status STIE Gunadarma juga mengalami kemajuan yang pesat. Dari Status Terdaftar memperoleh Status Diakui dan kemudian Status Disamakan. Sampai pada bulan September 1994, STIE telah menjalankan tiga kali Wisuda. Selanjutnya, bersamaan waktu dengan pembukaan Program Pendidikan Tinggi Strata Dua Bidang Manajemen Sistem Informasi pada STMIK, STIE juga membuka Program Pendidikan Tinggi Strata Dua di Bidang Manajemen Asuransi.

    Dimensi ke dua adalah dimensi prasarana dan sarana. Di bidang prasarana dan sarana ini, lokasi pendidikan juga mengalami kemajuan. Kalau pada saat awal, lokasi pendidikan hanya terdapat di Kampus Jalan Kenari, maka pada waktu kemudian lokasi itu bertambah dengan Kampus Kramat Sentiong dan Kampus Salemba. Dari tahun ke tahun ketiga Kampus itu menampung jumlah mahasiswa yang terus bertambah. Sekali pun ruang di Kampus Kenari terus diperluas namun pada akhirnya perluasan Kampus inipun tidak dapat menampung pertambahan mahasiswa yang demikian besarnya.

    Demikianlah pada hari Sabtu, tanggal 9 Maret 1985 Gunadarma mengadakan upacara peletakan batu pertama di Kampus Pondok Cina Depok, dan pada hari Senin tanggal 5 Januari 1987 dengan suatu upacara gedung pertama di Kampus Pondok Cina diresmikan penggunaannya. Sejak itu gedung di Kampus Pondok Cina ini bertambah. Mula-mula, batu pertama untuk gedung kedua diletakkan pada hari Sabtu tanggal 26 September 1987, dan gedung kedua inipun mulai dipakai pada hari Jumat tanggal 13 Januari 1989. Setelah itu gedung ketigapun dibangun dan dipakai. Ruang di dalam ketiga gedung ini masih belum mencukupi sehingga masih dilengkapi lagi dengan sejumlah gedung sementara disekitarnya.

    Selain Pondok Cina, prasarana kampus dipersiapkan juga di Beji. Namun karena akses ke daerah kampus belum memadai, maka Kampus Beji belum juga diwujudkan. Sebaliknya kampus ditengah kota Jakarta terus bertambah. Setelah mengembalikan Kampus Salemba yang masa sewanya telah usai, maka pada hari Kamis, tanggal 8 Februari 1989 Gunadarma menambah kampus baru di Jalan Raya Salemba No.53. Kampus inipun dikenal sebagai Kampus Salemba. Dan mulai digunakan pada bulan Mei 1990. Ini berarti disamping Kampus Beji yang belum terwujud, Gunadarma telah memiliki beberapa kampus yaitu Kampus Kenari, Kampus Kramat Sentiong, Kampus Pondok Cina dan Kampus Salemba.

    Tekanan jumlah mahasiswa menyebabkan Gunadarma mencari lagi kampus baru. Pada bulan Januari 1991, Gunadarma memperoleh tanah di Kelapa Dua yang terletak di Jalan Akses UI di dekat Pondok Cina. Pada hari Kamis, tanggal 28 Maret 1991, batu pertama gedung pertama di Kampus Kelapa Dua diletakkan dan pada hari Selasa tanggal 17 September 1991, gedung pertama Kampus Kelapa Dua ini mulai digunakan. Sejak itu Kampus Kelapa Dua terus berkembang dan pada bulan Septembar 1994, Kampus Kelapa Dua telah memiliki lima gedung kuliah.

    Gunadarma bercita-cita untuk membangun gedung delapan lantai di Kampus Kenari. Sementara kampus seperti ini belum terwujud, perkuliahan di kampus Kenari dialihkan ke kampus sementara di Pegangsaan. Demikianlah, perkuliahan di Gunadarma berlangsung di lima kampus yang terpencar dari tengah Jakarta sampai ke Depok. Semua kampus ini dikoordinasikan dari satu pusat yang terletak di kampus Pondok Cina.

    Prasarana dan sarana lain adalah Laboratorium. Disamping Perpustakaan dan Laboratorium Komputer yang telah terbentuk sejak jaman PPIK, maka pada hari Kamis, tanggal 16 Dessember 1986 Gunadarma meresmikan Laboratorium Elektronika Dasar. Pada hari Senin, tanggal 23 Maret 1987, Gunadarma meresmikan Laboratorium Fisika. Laboratorium inilah yang telah digunakan oleh Gunadarma untuk menyelenggarakan promosi Open House pada hari Selasa, tanggal 28 Maret 1989.

    Sekalipun tidak terwujud alat dan gedung, sarana yang cukup penting di Gunadarma adalah majalah ilmiah Matematika dan Komputer yang mulai terbit sejak bulan Januari 1985 dengan penerbitan lima kali setahun, majalah ini memperoleh Surat Tanda Terdaftar di Departemen Penerangan pada hari Sabtu, tanggal 17 Januari 1987. Tulisan di dalam Majalah Ilmiah ini telah membantu Gunadarma dengan perluasan informasi tentang pendidikan di dalam Gunadarma.

    Sarana lain yang cukup berhasil di Gunadarma selama ini adalah penerbitan buku dan diktat. Telah banyak judul buku dan diktat yang dicetak oleh Gunadarma untuk keperluan kuliah para mahasiswa. Selain dalam bentuk konvensional berupa buku, beberapa bahan kuliahpun telah diwujudkan dalam bentuk audio dan visual di dalam pita video yang setiap saat dapat ditampilkan di layar monitor.

    Dimensi ketiga adalah kegiatan di luar kurikulum. Selain kegiatan Lomba Kecerdasan, baik Tingkat Nasional maupun Tingkat Internasional tampaknya kegiatan Gunadarma yang paling menonjol adalah di Bidang Catur.

    Wadah kegiatan catur adalah Pecinta Catur Gunadarma atau PC Gunadarma yang diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 25 Februari 1989. PC Gunadarma telah berhasil menyelenggarakan Lomba Catur taraf Internasional yang melibatkan Grand Master Catur Internasional untuk perebutan gelar dunia di bidang catur.

    Setelah meninjau perkembangan pada beberapa dimensi ini, kita kembali kepemikiran dasar Gunadarma. Gunadarma memiliki dua muka yang mendorong maju hajat hidupnya di dalam masyarakat masa kini. Pada satu muka, Gunadarma adalah nama arsitek tenar yang membangun Candi Borobudur, yakni suatu monumen besar sepanjang sejarah kita. Pada muka lainnya, Gunadarma mencerminkan buktinya dan sumbangsihnya kepada masyarakat dalam wujud Guna dan Darma. Sebagai salah satu perintis standar baru di dalam pendidikan, Gunadarma berusaha pula untuk mengisi kemampuan masyarakat di dalam standar baru kehidupan bermasyarakat masa kini melalui penyelenggaraan pendidikan. Dan di dalam hal ini, Gunadarma telah memulainya dari pendidikan di bidang komputer.

    Di dalam pelaksanaan pendidikannya itu, unsur guna dan unsur darma senantiasa menjadi pegangan untuk dijadikan sumbangsih Gunadarma kepada masyarakat dan ilmu. Gagasan ini turut merumuskan susunan kurikulum di dalam pendidikan. Unsur profesi dan unsur ilmu di dalam kurikulum senantiasa menjadi perhatian para pengasuhnya. Ketrampilan profesi dan kemampuan ilmu mewarnai pendidikan dari awal sampai akhir.

    Dalam rangka inilah laboratorium, pustaka, dan jurnal memperoleh perhatian Gunadarma. Di dalam ribaannya, terdapat Laboratorium Gunadarma (LG) yang mewakili berbagai laboratorium dan bengkel yang di dalam Gunadarma serta Pustaka Gunadarma (PG) yang mewakili perpustakaan, penerbitan buku, dan penerbitan jurnal berupa Matematika dan Komputer yang kelak dapat disusul dengan penerbitan jurnal lainnya.

    Dari waktu ke waktu LG terus ditingkatkan agar praktek pada mahasiswa dapat diperlancar. Bahkan, pengasuh Gunadarma bercita-cita lebih dari itu. Mereka berkehendak agar penggunaan laboratorium tidak sekedar terbatas kepada praktek di dalam pelajaran. Mereka menginginkan agar LG terbuka juga bagi penelitian dan bagi percobaan yang bersifat inovatif, baik berupa penciptaan maupun berupa penemuan baru. Siapa saja yang memiliki gagasan baru yang akan dicoba, dapat saja menggunakan LG untuk maksudnya itu.

    Niat untuk maju itu senantiasa diusahakan untuk ditunjang oleh pustaka yang sebaik mungkin. Selama beberapa tahun ini, PG selalu memperoleh perhatian yang besar dari pengasuh Gunadarma. Pustaka cetak dan pustaka rekam terus menerus diperluas untuk menunjang kegiatan belajar ke berbagai cabang ilmu yang diasuh oleh Sekolah Tinggi ini. Disamping LG, PG juga menempati kedudukan sentral di lingkungan Gunadarma.

    Di dalam dua wadah yang berupa LG dan PG, tiga serangkai laboratorium, pustaka, dan jurnal ilmiah di Gunadarma ini merupakan satu kesatuan utuh untuk mewujudkan sumbangsih Gunadarma di dalam bentuk Guna dan Darma. Sejalan dengan usia Gunadarma yang masih muda, mereka juga masih bergerak dalam taraf awal dari kegiatan mereka. Namun, melalui perhatian yang besar dari para pengasuh Gunadarma, mereka diharapkan dapat berkembang secara wajar untuk mewujudkan cita-cita Gunadarma dari STMIK Gunadarma ke STIE Gunadarma, ke Program Pasca Sarjana Gunadarma, pendidikan ini akan terus berkembang menuju dan sampai ke wujud Universitas Gunadarma.

    Di dalam rangka inilah, tiga serangkai itu mencoba untuk menyusun sejumlah kegiatan yang dapat mencerminkan cita-cita Gunadarma. Didalam kegiatan itu terdapat penelitian, kelompok studi, dan penataran. Guna bagi masyarakat dan darma bagi ilmu tercermin pula didalam kegiatan itu. Penelitian dan kelompok studi di kalangan pengasuh Gunadarma berusaha untuk berdarma bagi ilmu, sementara penataran berusaha untuk berguna bagi masyarakat.

    Ada satu hal penting yang selalu menghantui pengasuh Gunadarma didalam usaha mereka untuk memberi arah kepada Gunadarma. Hal penting itu adalah mutu. Segala usaha dilakukan, tidak saja demi peningkatan mutu pendidikan, melainkan juga demi peningkatan mutu ilmu di lingkungan Gunadarma. Dan usaha itu pula yang seharusnya tampak di dalam kegiatan Gunadarma selama ini.

    Didalam pembangunannya, Gunadarma selalu bersikap selektif. Prioritas pembangunan selalu mengarah kepeningkatan mutu. Setapak demi setapak, Gunadarma berusaha mengutamakan pengadaan ruang belajar, ruang laboratorium, ruang pustaka, dan sarana publikasi.

    Mereka itulah unsur pokok dalam pembinaan mutu, baik mutu para dosennya maupun mutu para mahasiswanya. Betapapun juga, mahasiswa yang diajar oleh dosen yang tenar akan selalu memperoleh keuntungan dari ketenaran dosennya itu.

    Namun prasarana untuk peningkatan ini masih perlu ditunjang lagi oleh sarana lain. Ruang belajar belum sama dengan belajar, pustaka belum sama dengan membaca, laboratorium belum sama dengan berpraktek, serta majalah belum sama dengan menulis. Sarana pokok yang perlu mendampingi prasarana itu adalah suasana lingkungan belajar yang baik berupa budaya Gunadarma. Hanya suasana lingkungan belajar yang baik atau budaya Gunadarma yang dapat membuat ruang belajar itu tempat belajar, pustaka itu tempat membaca, laboratorium itu tempat berpraktek, serta majalah atau jurnal itu tempat menulis.

    Hal inilah yang menyebabkan pengasuh Gunadarma berusaha untuk membina budaya Gunadarma atau suasana yang baik di lingkungan belajar di Gunadarma. Budaya Gunadarma atau suasana yang baik di lingkungan belajar menyangkut manusia. Dan manusia itulah yang menentukan bagaimana bentuk suasana di lingkungan belajar mereka. Itulah sebabnya maka selama ini, Gunadarma selalu berusaha menghimpun tenaga pengasuh yang memiliki kegemaran untuk belajar. Kepada kelompok gemar belajar inilah Gunadarma menyerahkan tanggung jawab untuk menularkan kegemaran itu keseluruh lingkungan Gunadarma untuk dimantapkan menjadi bagian dari budaya Gunadarma.

    Demikianlah disamping ruang belajar, pustaka, laboratorium, dan majalah, kelompok gemar belajar merupakan aset Gunadarma yang selalu diutamakan di dalam pembangunan Gunadarma. Kelompok gemar belajar ditargetkan untuk menjadi inti penggerak pendidikan di lingkungan Gunadarma. Dan kegemaran belajar ini pula yang akan ditanamkan di kalangan mahasiswa yang telah memilih Gunadarma sebagai almamater mereka.

    Berguna bagi masyarakat dan berdarma bagi ilmu memiliki implikasi yang luas. Pada masa yang akan datang, Gunadarma bercita-cita untuk menelaah bidang ilmu lainnya yang pada saat ini, secara nyata telah menampakan keefektifan dari segi profesinya dan segi ilmunya di dalam masyarakat. Gunadarma akan menjamah bidang ilmu lain di luar Komputer dan Ekonomi untuk menyumbangkan guna dan darmanya kepada masyarakat.

    Manakala kekuatannya sudah cukup memadai, maka Gunadarma akan menjamah pula bidang ilmu demikian untuk mengikuti dan mengejawantahkan standar baru di dalam masyarakat dan standar baru di dalam pendidikan. Pada waktunya, Gunadarma bercita-cita untuk meningkatkan dirinya dari wadah Sekolah Tinggi ke wadah yang lebih tinggi lagi, yakni ke tingkat Universitas. Namun peningkatan demikian ini tidak dilakukan tanpa mutu yang memadai. Disamping perhatian kepada keluasan kegiatan di bidang pendidikan, Gunadarma tetap menempatkan mutu atau kualitas pada tempat yang pertama.

    Gunadarma adalah suatu keseluruhan yang bernama Gunadarma. Gunadarma bukan hanya sekedar STMIK Gunadarma, demikian juga Gunadarma bukan hanya sekedar STIE Gunadarma. Gunadarma juga bukan sekedar Program Pasca Sarjana Gunadarma. Gunadarma adalah keseluruhan yang bernama Gunadarma, dari STMIK, STIE, ke berbagai wadah perkembangan lainnya sampai ke Universitas Gunadarma. Di dalam Gunadarma terdapat LG dan PG, di dalam Gunadarma terdapat Laboratorium, Pustaka, dan Jurnal Ilmiah, di dalam Gunadarma terdapat Penelitian, Kelompok Studi, dan Penataran, di dalam Gunadarma terdapat budaya Gunadarma dalam wujud lingkungan belajar yang mewadai, di dalam Gunadarma terdapat guna bagi masyarakat dan darma bagi ilmu, dan di dalam Gunadarma terdapat sumbangsih guna dan darma yang diberikan oleh Gunadarma kepada masyarakat.

    Ternyata cita-cita ini tidak berhenti sebagai cita-cita saja. Setelah 15 tahun lamanya lembaga pendidikan ini berdiri sambil merayap dari Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang bersahaja ke Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI) yang lebih sederhana ke STMIK dan STIE Gunadarma yang lebih mantap, maka pada tahun 1996 lembaga pendidikan itu berhasil sampai ke taraf yang sudah lama dicita-citakan. Melalui Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi No.92/KEP/ DIKTI/1996, tanggal 3 April 1996. Lembaga pendidikan itu berhasil dikukuhkan menjadi Universitas Gunadarma (UG). Dibawah naungannya terdapat sejumlah Fakultas dari Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi, dengan Program Studi yang telah dimiliki Status Disamakan sampai ke Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra yang sama sekali baru. Mereka tersebar di tujuh kampus dari Kampus A sampai Kampus G.

    Pada tahun 1996, kedudukan Universitas Gunadarma cukup luar biasa. Ibarat bulan Januari dengan dewa Janus yang memiliki dua muka, satu muka menatap tahun yang lama serta muka lain menatap ke tahun yang baru, maka UG pun memiliki dua muka. Pada satu muka, UG merupakan puncak dari suatu perkembangan, dari wujud program yang bersahaja sampai ke wujud universitas yang kompleks. Pada tahun 1981, seperti halnya bulan Januari yang meninggalkan tahun yang lama untuk membuka lembaran tahun yang baru UG pun kini meninggalkan masa lalunya yang berwujud Program, Akademik, dan Sekolah Tinggi untuk memulai lembaran baru yang berwujud Universitas.

    Dengan program Diploma Tiga, Strata Satu, dan Strata Dua di dalam asuhannya, Universitas Gunadarma melangkah ke masa depan dengan membentuk lebih banyak tonggak sejarah lagi. Tonggak pertama adalah pengakuan terhadap Universitas Gunadarma oleh pihak luar.

    Sejak tanggal 17 November 1997, berdasarkan suatu evaluasi, Badan Akreditasi Nasional (BAN) menyatakan lima Program Studi pada Strata Satu sebagai terakreditasi. Dan pada bulan Agustus 1998, kelima Program Studi pada Strata Satu itu, yakni Akuntansi, Manajemen, Manajemen Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika, memperoleh peringkat A pada akreditasi BAN itu. Dari kegiatan awal di bidang komputer, kini Gunadarma telah mengasuh berbagai bidang ilmu dan berbagai jenjang pendidikan.

    Pada saat Gunadarma mencapai usia 19 tahun, tibalah Gunadarma di ujung abad ke-20. Sebelum meninggalkan abad ke-20, Gunadarma masih sempat mengembangkan bidang akademiknya. Mulai tanggal 25 September tahun 2000, untuk pertama kalinya, Gunadarma membuka Program Strata Tiga atau Program Doktor di bidang Ilmu Ekonomi. Demikianlah dengan program Jenjang Pendidikan Diploma (D3), Jenjang Pendidikan Sarjana (S1), Jenjang Pendidikan Magister (S2), Jenjang Pendidikan Doktor (S3), 41 laboratorium, beserta sekitar 13.000 alumni Jenjang D3, 19.000 lebih alumni jenjang S1, dan 400 lebih alumni jenjang S2, Gunadarma meninggalkan abad ke-20 dan milenium ke-2.

    Pada tahun 2001, Gunadarma memasuki abad ke-21 dan milenium ke-3 dengan 26.000 lebih mahasiswa yang diasuh oleh 1.100 lebih tenaga pengajar. Di awal abad baru ini, Gunadarma merayakan ulang tahun ke-20 dan meneruskan misi pendidikannya sambil terus berusaha meningkatkan mutunya. Kesempatan pengembangan pertama di dalam abad baru ini terjadi pada tahun 2003. Sejak Januari 2003, bekerja sama dengan Universite de Bourgogne dari kota Dijon, Perancis, Gunadarma membuka lagi program pendidikan jenjang S3 di bidang Teknologi Informasi/Ilmu Komputer. Pengembangan berikutnya terjadi pada tahun 2004 ketika Gunadarma mulai meluluskan doktor di bidang Ilmu Ekonomi.

    Perkembangan berikutnya terjadi pada awal tahun 2006. Pada waktu itu Gunadarma mulai meluluskan doktor di bidang Teknologi Informasi/Ilmu Komputer setelah sebelumnya mereka menempuh ujian tertutup di Dijon, Perancis, pada bulan September 2005. Gunadarma yang dimulai dari bentuk sekolah tinggi dan menanjak menjadi universitas, kini sampai ke taraf universitas penuh dengan meluluskan peserta didik dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktor.

    Sumber : http://www.gunadarma.ac.id/en/page/sejarah-universitas-gunadarma.html & Buku Panduan Gunadarma

     
  • phoenixeagle 5:15 pm on October 9, 2010 Permalink | Balas  

    PSMA-Online 

    Setiap mahasiswa Universita Gunadarma wajib mempunyai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Pada setiap KTM akan tertera nama mahasiswa, Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) dan foto terbaru dari mahasiswa yang bersangkutan. KTM merupakan kartu elektronik yang berfungsi sebagai kartu identitas mahasiswa, juga berfungsi sebagai :

    • Kartu Perpustakaan
    • Kartu absensi
    • Kartu ATM bank DKI
    • e-walet (KTM dapat digunakan sebagai pembayaran denda praktikum atau pembayaran uang kursus dan workshop)
    • media penyimpanan data akademik dan keuangan.

    KRS adalah kartu yang berisi daftar mata kuliah yang akan diikuti oleh setiap mahasiswa dalam satu semester. Dalam data KRS tercantum data mahasiswa, kode mata kuliah, SKS dan kelas yang diikuti. KRS berlaku/sah, jika ada pas foto mahasiswa yang bersangkutan dan cap universita.

    KRSmerupakan bukti seorang mahasiswa aktif pada semester yang bersangkutan dan berfungsi sebagai Kartu Peserta Ujian. Pengisisan KRS dilakukan oleh setiap mahasiswa secara langsung di PSMa online pada setiap awal semester. PSMA-Online ada dikampus Kelapa Dua dan Kampus Kalimalang.

    Mahasiswa yang akan melakukan kegiatan ini, terlebih dahulu menerima FRS yang berisi mata kuliah yang ditawarkan pada semester yang bersangkutan sesuai dengan Fakultas, jurusan,dan kelas, setelah FRS di isi, mahasiswa melakukan pengisian sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jadwal pengisian FRS dapat dilihat pada papan pengumuman yang berada pada setiap lokasi kampus, diruang PSMA-online atau pada situs http//baak.gunadarma.ac.id

    Prosedur Pelaksanaan Kegiatan KRS sebagai berikut :

    BAAK (FRS) => Mahasiswa (FRS yang telah diisi, Blanko uang kuliah yang telah di bayar {blanko merah} ) => PSMA (cek blanko uang kuliah) => (pengisian mata kuliah yang akan diambil mahasiswa) => (cetak KRS)=> Mahasiswa (KRS).

    1. Mahasiswa masuk dari pintu “MASUK” sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
    2. Dengan membawa FRS yang telah diisi sebelumny serta blanko bukti pembayaran uang kuliah, mahasiswa menuju ke counter pengecekan blanko. Jika mahasiswa tidak membawa blanko dapat menyerahkan KTM atau KRS lama. Setelah blanko pembayaran atau KTM/KRS telah dicek, mahasiswa langsung dapat memulai pengisian KRS diterminal komputer yang aktif.
    3. Jika terdapat hal yang tidak jelas selama pengisian KRS, mahasiswa dapat bertanya pada bapak/ibu Pembimbing Akademik (PA) yang bertugas.
    4. Jika sudah selesai mahasiswa dapat keluar menuju loket untuk mengambil KRS, dengan menyerahkan blanko pembayaran warna merah yang telah dicek dan photo.

    Selain itu juga, PSMA-Online juga melayani kegiatan daftar ulang yang dilakukan setahun sekali pada semester genap, diruang PSMA-Online. Fungsi utama dari kegiatan ini adalah mahasiswa melakukan daftar ulang untuk menyatakan akan aktif dalam perkuliahan. Mahasiswa yang akan melakukan daftar ulang, sebelumnya telah mengisi FDU (Formulir Daftar Ulang) dan datang sesuai dengan waktu yang telan ditentukan. Informasi jadwal pengisian dapat dilihat pada papan pengumuman yang ada pada setiap lokasi kampus.

    Prosedur Kegiatan Daftar Ulang :

    BAAK (FDU) => Mahasiswa (FDU yang telah diisi) => PSMA ( Daftar ulang {update biodata mahasiswa} ) => (cetak blanko pembayaran kuliah) => Mahasiswa (Blanko pembayaran kuliah).

    Jika masih ada data yang salah maka ketik “t”, kemudian anda dapat memperbaiki kembali, tetapi jika data sudah benar, maka ketik “y”, kemudian anda dapat meninggalkan ruangan menuju loket untuk mengambil blanko pembayaran semester PTA.

     

    http//PSMA.gunadarma.ac.id

     
  • phoenixeagle 1:14 pm on September 28, 2010 Permalink | Balas  

    Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar 

    IBD mempelajari tentang pengetahuan dasar dan pengertian umum, untuk mengkaji masalah hubungan manusia dengan kebudayaan.
    pengertian IBD secara sederhana dapat memberikan pengetahuan dasar dan umum, untuk menyelesaikan masalah manusia dan kebudayaan.
    Secara khusus IBD bertujuan untuk menghasilkan wrga negara sarjana yang berkualifikasi :
    a. Berjiwa pancasila, integritas tinggi & mendahulukan kepentingan nasional.

    b. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar perilaku sesuai dengan ajaran agama masing-masing.

    c. Punya wawasan komprehensif & pendekatan integral, dalam menghadapi permasalahan kehidupan.

    d. Punya wawasan budaya tentang kehidupan bermasyarakat dan mampu berperan serta meningkatkan kualitas.

     
  • phoenixeagle 2:27 pm on September 25, 2010 Permalink | Balas  

    Hello world! 

    Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

     
    • Mr WordPress 2:27 pm on September 25, 2010 Permalink | Balas

      Hi, this is a comment.
      To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal